Rabu, 09 Mei 2012

tentang...

Mahalnya Perempuan, BBM dan Sembakoku

Tercukupinya kebutuhan akan sandang, dan papan manusia tidak terlepas dari peran perempuan terhadap pemenuhan kebutuhan akan pangan. Selain itu peran ganda perempuan sebagai seseorang yang di tuntut dalam kapasitasnya sebagai seorang istri untuk produktif, yaitu penopang peran yang tak tergantikan untuk hamil, melahirkan, dan menyusui juga menjadi nilai yang sangat berharga.
Keterpurukan bangsa ini menghadapi problematika rencana kenaikan harga BBM dan sembako juga mengakibatkan himpitan dan geliat mereka untuk berperan menyuarakan suara mereka menurunkan harga BBM dan Sembako. Bukan untuk mencari pengakuan sebagai perempuan akan tetapi, mereka tentunnya akan lebih bijak untuk mencari kehidupan yang layak bagi rumah tangganya.
Mati rasa
Kebutuhan manusia untuk mampu mencukupi kehidupannya agar menjadi manusia yang layak hidup sejahtera adalah naluri. Berbagai peran yang telah diambil perempuan saat ini dari peran dalam lingkup domestik maupun lingkup sosial lainnya bukan halangan bagi mereka memberikan tenaga, pikiran, dan suarannya semata-mata untuk rumah tangga dan kehidupan yang layak baginnya. Meski tidak menutup kemungkinan segala resiko yang mengancam mereka mulai dari efek bahan penyedap, pengaruh pestisida pada sayuran dan bahan-bahan kemikal lainnya, hingga resiko sosial bahkan tak mereka hiraukan.
Kemelut melambungnya bahan baku pangan maupun BBM ini, menjadikan perempuan mati rasa akan hal termahal akan dirinnya, sebagai perempuan dengan kelembutan, perempuan dengan santun katannya, dan perempuan yang bijaksana dengan hatinnya. Peristiwa demontrasi yang melibatkan perempuan menjadikan perempuan tangguh, bahkan semakin terlihat angker pula ketika demonstran perempuan dihadapkan dengan aparat kepolisian perempuan. Meski tendang menendang, jambak menjambak, atau bahkan lontaran kata-kata pedas sebagai luapan emosi perempuan saat ini, mereka tetap perempuan. Mereka punya hati, dan suara untuk di mengerti dan di dengar kemauannya.
Setidaknya pemerintah juga tidak mati rasa dalam menyikapi mahalnya sembako dan peran perempuan saat ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar